Borobudur Dan Nabi Sulaiman Pdf Converter

Quote: MISTERI BOROBUDUR (Terbit 10 September)! Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba.

Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian? Hart

Aug 3, 2018 - To download BOROBUDUR DAN NABI SULAIMAN PDF, click on the. APE TO FLAC HOW TO CONVERT EXCEL SPREADSHEET TO. Borobudur dan peninggalan nabi sulaiman Racha Online Full Hindi. Ultravnc Mirror Driver Windows 7 64 Download. Free Golimaare mp3 download size: Namun hal itu dibantah oleh KH. Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman. Why should I brand my topic? Borboudur Freemake Video Converter 4.

Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman dikupas tuntas di buku ini. Bukti-bukti yang diajukannya diperiksa kebenarannya satu demi satu. Seno Panyadewa juga membandingkan bukti-bukti dari berbagai penelitian ilmiah apakah Candi Borobudur peninggalan Dinasti Sailendra ataukah Nabi Sulaiman.

Bahkan bukti-bukti mengenai lokasi sebenarnya Negeri Saba juga dibahas. Tak hanya mengupas tentang kejanggalan-kejanggalan dalam teori Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman, buku ini juga membahas secara mengesankan perihal sejarah Borobudur, sejarah agama Buddha dan Hindu pada saat itu, serta analisis tentang ikonografi, arsitektur, dan simbol-simbol pada Borobudur. Tak pelak, buku ini akan memampukan Anda untuk memberikan penilaian yang lebih akurat dan objektif mengenai sejarah dan misteri yang menyelimuti monumen agung bernama Borobudur. ----------------------------------------------- ISBN: 978-979-1701-17-4 Harga Rp 60.000,- (256 hlm.) Email: ----------------------------------------------- Untuk melihat klaim K.H. Fahmi Basya bisa melihat ringkasnya Bukunya yang sudah terbit: lebih lengkap lagi dibahas di Trit Legendaris yang menjadi dasar pembuatan buku bantahan: (no SARA). Dari Penerbit KENAPA KAMI MENERBITKAN BUKU INI? Ada beberapa kawan Muslim yang mempertanyakan hal itu kepada saya: “Dalam Islam tidak dikenal perintah untuk membuat patung makhluk hidup, apalagi untuk bersembah di depannya.

Jadi, kenapa harus susah-susah menerbitkan buku tandingan atas teori Borobudur peninggalan Sulaiman?” Demikian pula beberapa komentar dari kalangan akademik, utamanya sejarawan dan arkeolog. Mereka jelas-jelas paham bahwa patung-patung Buddha di Borobudur ciri-cirinya sangat gamblang; semuanya merujuk kepada Pertapa Siddharta dari India, tak beda dengan patung-patung Buddha di belahan dunia lainnya. Patung-patung itu bukanlah patung Nabi Sulaiman atau bidadara surga yang meniru model Nabi Sulaiman sebagaimana klaim KH. Fahmi Basya dalam bukunya. Jawaban saya: Buku ini memang tidak semestinya terbit jika buku KH. Fahmi Basya tidak bertahan di pasar. Seharusnya buku KH.

Fahmi Basya “Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman” ditarik dari peredaran karena itu sebentuk pembodohan. Sebuah produk yang berbahaya bagi konsumen, baik terkait fisik ataupun mental, sudah seharusnya ditarik dari peredaran. Karena otoritas-otoritas yang seharusnya bisa menarik peredaran buku itu tinggal diam, dengan tentu saja melakukan uji materi atas teori KH. Fahmi Basya sebelumnya, maka saya dari Penerbit Dolphins meminta Seno Panyadewa untuk menulis buku sanggahan atasnya.

Jangan salah, korban-korban KH. Fahmi Basya tidak sedikit, mencapai ribuan, utamanya umat Islam. Tidak semua Muslim bisa berpikir logis seperti beberapa kawan Muslim yang mengajukan pertanyaan seperti di atas.

Fahmi Basya yang ada di tangan saya adalah cetakan ke-5. Jika setiap cetakan 4 ribu eksemplar, maka kesesatan itu telah dibaca oleh hampir 20 ribu orang. Siapa yang harus bertanggung jawab? Inilah yang kami bisa lakukan.

Related Post